Perbedaan Disenfektan dan Hand Sanitizer untuk menangkal Corona

Virus Corona sudah menjadi pandemic global, hal ini menjadikan kita lebih mawas diri mengenai keberishan diri terutama kebersihan tangan. Hand sanitizer dan disenfektan. Kini menjadi dua istilah yang sudah sering kita dnegan menyusul masuknya virus Corona ini. Telebih saat Indonesia jadi negeri kesekian yang waganya terinfeksi virus asal Tiongkok tersebut. Menurut catatan WHO lebih dari 500 ribu irang di seluruh dunia terinfeksi virus yang muncul pertama pada Desember 2019 ini.

Sementara itu di Indoneisa, sesuai data kementrian kesehatan, telah ada 1064 orang positf COVID-19, Data ini memperlihatkan pengingkatan dari sebelumnya. Meski begit masyarakat tetap diminya tenag dan juga tidak panik serta tetap mematuhi imbauan-imbauan yang dberikan pemerintah, sepeti melakukan karantina mandiri termasuk menjaga jarak. Dan rutin mengunci ytangan selama 20 detik serelah atau sebelum beraktivitas. Mencuci tangan selama 20 detik menggunakan sabun dan air mengalir cukup efektigf untuk menangkal virus Corna yang mudah menulatr antar manusia, serta dapat hidup berhari-hari di permukaan dan jenis bahan tertentu.

Tetapi kita kerap menghadapi situasi di mana tidak selalu bisa menemukan air bersi yang mengalir untuk mencuci tangan. Itulah mengapa, hand sanitzer atau penyanitasi tangan bisa menjadi opsi sementra untuk pengganti air.

Hand Saitizer langsung menjadi buruan dan kini bak menjadi produk yang langka di msytarakan.

Sememntara untuk desinfekran, juga dikenal memiliki fungsi sama halnya had sanitizer, yakni dapat membunuh kuman, bakteri dan juga virus. Ada perbedaan mendasar yang menarik untuk kita simak.

Istilah

Pada dasarnya, Hand sanitizer dan cairan desinfektan memiliki istilah yang sama yaitu campuran bahan bahan kimia yang dapat membunuh mikroorganime seperti kuman, baketi dan virus yang dapat merugikan dengan bertahan didup dan bereproduksi di dalam sel mahluk hidup lainnya. Namun secara istilah, hand sanitizer lebih merujuk pada tindakan untuk melakukan sterilisasi pada anggota tubuh yang rentang menjadi sumber bakteri yaitu tangan. Sedangkan istilah disinfektan lebih erat kaintannya dnegan menjahi infeksi yang dpat dilakukan oleh bakteri, virus, dan juga kuman yang menempel pada benda-benda di sekitar manusia. Kemudian virus tersbut dapat menyebar dan menyebabkan gangguan kesehatan pada tubuh manusia.

Bahan

Bahan yang digunakan untuk membuat disinfektan berbeda denngan bahan yang terkandung di dalam han sanitizer. Pada umunya, cairan desinfektan menggunakan bahan-bahan kimia berupa senyawa chlorin, hydrogen peroksida, creosote dan juga alcohol. Bukan hanya itu saja, pada dasarnya disinfektan memiliki kandungan biosida yang cukup tinggi dibandingkan dengan hand sanitizer. Pada umunya, cairan desinfektan menggunakan bahan-bahan kimia berupa senyawa vhlorin, hydrogen peroksida, creosote dan juga alcohol. Tidaj hanya itu, pada dasarnya disinfektan memiliki kandungan biosida yang cukup tinffi dibandingak dnegan hand sanitizer. Sedangkan hand sanitizer merupakan cairan pembunuh bakteti yang mengandug alcohol yang lebih banyak jiak dibandingkan dnegan ciran desinfektan yakni antara 60 sampai 100 persen, etanil gliseril dan hydrogen peroksida serta beberpaa bahan kimia tambahan yang dapat membantu melembapkan kulit.

Cara pengunaan

Cara meggunakan hand sanitizer adalah dengaan mengambil dua sampai tiga tetes pada telapak tangan setelah itu, aplikasikan pada seluruh permukaan tangan, dari sela-sela punggung sampai merta.

Sedangkan untuk desinfektan bisa dimanfaatkan untuk membunuh kuman, bakteri dan juga virus dengan disemprotkan pada benda benda yang sering tersentuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *