Kegiatan dan Struktur Organisasi GATT

 

Salah satu kegiatan utama GATT adalah untuk mengambil keputusan selaku suatu lembaga internasional, jenis keputusan yang diambil ini pada intinya adalah keputusan yang bersifat rule-making dan ayudikatif. Dalam kata lain keputusannya berbentuk ;

 

  1. Keputusan “ legislatif “, yakni untuk merumuskan berbagai ketentuan baru atau menagdakan perubahan dalam General Agreement ; dan,
  2. “ Kuasi Yudisial “ atau “ Kuasi-Yudikatif “, yakni mengadakan interpretasi mengenai aturan atau ketentuan GATT yang ada ser6ta untuk menyelesaikan sengekata.

 

Kegiatan kelembagaan GATT menyangkut ;

 

  1. Kegiatan dan kehadiran negara-negara anggota atas nama negara masing-masing dan yang b erkaitan dengan pengambilan keputusan bersama dalam GATT sebagai organisais.
  2. Kegiatan persindangan di mana negara-negara anggota berunding untuk menentukan keputusan yang disepakati.
  3. Kegiatan yang berkaitan denganperundinag “ besar “ yang dilakukakn secara berkala dan dikenal sebagai rounds of multilateral trade negotiation ; dan,
  4. Konsultasi untuk menyelesaikan sengketa atau untuk memperoleh penjelasan dari negara anggota yang mengambil kebijaksannaan dibidang perdaganagna dan mempunyai dampak terhadap negara lain.[1]

 

Sedangkan dalam struktur Sekretariat GATT yang dalam teknisnya untuk menunjang kegiatan negara-negara anggota GATT atau contracting parties dalam kegiatan tersebut lambat laun terbentuk suatu sekretariat internasional GATT. Seperti telah dikemukakan, setelah beberapa waktu GATT berjalan tanpa struktur organisasi yang permanen, akhirnya negara-negara anggota GATT lambat laun menganggap perlu menerapkan kerangka organisatoris yang kemudian berangsur dikukuhkan dengan mendirikan sekretariat yang permanen dan profesional.

 

Pimpinan Sekretariat

Semula GATT dipimpin oleh seorang Executive Secertary, tugas Executice Secretary adalah untuk memperlancar sidang Contracting Parties. Setelah beberapa tahun berjalan maka pada tahun 1965 negra anggota GATT memutuskan untuk menunjuk seorang Direktur Jenderal.  Mulai saat itu, maka terlihat bahwa GATT mulai mempunyai “ atribut “ suatu organisasi internasional.

 

Direktur Jenderal

Direktur Jenderal adalah pejabat tertinggi Sekretariat GATT, yang berfungsi sebagai international civil servant, direktur Jenderal mengambil janji tidak akan menerima insruksi dari negaranya, dan bekerja untuk kesluruhan organisasi dan anggotanya. Ketentuan ini juga berlaku untuk semua anggota Sekretariat GATT.

Dalam memimpin GATT, Direktur Jenderal GATT dibantu oleh dua orang Deputi Direktur Jenderal yang masing-masing menangani sekelompok unit kerja, yang dalam istilah intern GATT dinamakan Departemen.

Deputi Direktur Jenderal GATT

Dalam struktur organsiasi Sekretariat GATT terdapat dua deputi Direktur Jenderal dibawah Direktur Jenderal. Secara garis besar dapat dikatakan bahwa Direktur Jenderal GATT membawa GATT sebagai organisasi ke duania luar dan menaggani hal yang bm,enyangkut hubungan ekstern maupun hubungan dengan pemerintah negara-negara anggota. Adapun Deputi Direktur Jenderal lebih memusatkan kegiatnta kedalam. Namun demikian hal tersebut hanya merupakan patokan garis besar.Deputi Direktur Jenderal merupakan jabatan yang sangat senior dalam GATT dan dengan sendirinya kedua Deputi Direktur Jenderal juga tampil dalam hubungan dengan ekstern. Tetapi bila dilihat lebih jauh, memang secar organisatoris kedua Deputi Direktur Jenderal membawahi unit kerja yang lazimnya memerlukan perhatian dan kordinasi sepenuhnya, sehinggga seorang Deputi Direktur Jenderal akan san gat sibuk menangani maslah intern. Dalam organisasi intern Sekretariat GATT, masing-masing Deputi Dirtektur Jenderal menangani minimal satu Deprtemen yang teridri dari beberarap Divisi.

[1]. H.S. Katadjoemena, GATT dan WTO, Sistem, Forum dan Lembaga Internasional di Bidang Perdagangan, UI-Press, Jakarta, 2002, hlm. 194

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *